lima menit saja….

Seorang ibu duduk di samping seorang pria di bangku dekat Taman-Main di West Coast Park pada suatu minggu pagi yang indah cerah.

“Tuh.., itu putraku yang di situ,” katanya, sambil menunjuk ke arah seorang anak kecil dalam T-shirt merah yang sedang meluncur turun dipelorotan. Mata ibu itu berbinar, bangga.

“Wah, bagus sekali bocah itu,” kata bapak di sebelahnya.

“Lihat anak yangsedang main ayunan di bandulan pakai T-shirt biru itu? Dia anakku,” sambungnya, memperkenalkan.

Lalu, sambil melihat arloji, ia memanggil putranya. “Ayo Jack, gimana kalau kita sekarang pulang?”

Jack, bocah kecil itu, setengah memelas, berkata, “Kalau lima menit lagi,boleh ya, Yahhh? Sebentar lagi Ayah, boleh kan? Cuma tambah lima menit kok,yaaa…?”

Pria itu mengangguk dan Jack meneruskan main ayunan untuk memuaskan hatinya. Menit menit berlalu, sang ayah berdiri, memanggil anaknya lagi. “Ayo, ayo, sudah waktunya berangkat?”

Lagi-lagi Jack memohon, “Ayah, lima menit lagilah. Cuma lima menit tok, ya? Boleh ya, Yah?” pintanya sambil menggaruk-garuk kepalanya.

Pria itu bersenyum dan berkata, “OK-lah, iyalah…”

“Wah, bapak pasti seorang ayah yang sabar,” ibu yang di sampingnya, dan melihat adegan itu, tersenyum senang dengan sikap lelaki itu.

Pria itu membalas senyum, lalu berkata, “Putraku yang lebih tua, John, tahun lalu terbunuh selagi bersepeda di dekat sini, oleh sopir yang mabuk. Tahu tidak, aku tak pernah memberikan cukup waktu untuk bersama John. Sekarang apa pun ingin kuberikan demi Jack, asal saja saya bisa bersamanya biar pun hanya untuk lima menit lagi. Saya bernazar tidak akan mengulangi kesalahan yang sama lagi terhadap Jack. Ia pikir, ia dapat lima menit ekstra tambahan untuk berayun, untuk terus bermain. Padahal, sebenarnya, sayalah yang memperoleh tambahan lima menit memandangi dia bermain, menikmati kebersamaan bersama dia, menikmati tawa renyah-bahagianya….”

Hidup ini bukanlah suatu lomba. Hidup ialah masalah membuat prioritas.Prioritas apa yang Anda miliki saat ini? Berikanlah pada seseorang yang kaukasihi, lima menit saja dari waktumu, dan engkau pastilah tidak akan menyesal selamanya.

Kebohongan Seorang Ibu

Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita dan terbebas dari penderitaan, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia.

Kebohongan Pertama :
Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke piring, ibu-ku berkata : “ Makanlah nak, ini semua untukmu ibu tidak lapar ”

Kebohongan Kedua :
Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi mencari ikan di sungai dekat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk di sampingku dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata : “ Makanlah nak, ibu tidak suka makan ikan ”

Kebohongan Ketiga:
Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah baju jahitannya untuk ditawarkan ke ibu-ibu yang lain demi sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim hujan tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaannya membuat kerajinan tangan. Aku berkata : ” Ibu, tidurlah, ini sudah malam, besok pagi ibu masih harus kerja.” Ibu hanya tersenyum dan berkata : ” Cepatlah kamu tidur nak, ibu masih belum capek ”

Kebohongan Keempat:
Ketika ujian tiba, ibu tidak menjahit agar supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi menandakan ujian sudah selesai, Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum.
Ibu berkata : “ Minumlah nak, Ibu tidak haus ”

Kebohongan Kelima:
Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada ketrampilannya menjahit, dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka,
ibu berkata : “ Saya bahagia dengan anak2ku & ibu tidak butuh suami lagi ”

Kebohongan Keenam:
Setelah aku, kakakku dan semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata : “ Ibu masih ada uang, pakailah saja untuk keperluanmu ”

Kebohongan Ketujuh:
Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup lebih enak di Jakarta. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku “ Tidak usahlah nak, Ibu tidak terbiasa di Jakarta ”

Kebohongan Kedelapan:
Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker lambung, sehingga ia harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : “ Jangan menangis anakku, Ibu sehat kok ”

Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.

Dari cerita di atas, saya percaya sahabat sekalian pasti merasa tersentuh dan ingin sekali mengucapkan : ” Terima kasih Ibu ! ”

Sahabat, banyak hikmah yang dapat dipetik dari kisah di atas, betapa benar kata pepatah, Kasih anak sepanjang galah, kasih Ibu sepanjang jalan “.
Sahabatku, bagi anda yang Ibunda-nya masih hidup, coba anda renungkan :
Sudah berapa lamakah anda tidak menelepon ibu anda?
Sudah berapa lamakah anda tidak mengunjunginya dan menghabiskan waktu untuk berbincang dengan ibu anda?

Sudah berapa lamakah anda tidak membelikan baju dan makanan kesayangannya?
Di tengah-tengah aktivitas anda yang padat ini, boleh jadi anda selalu mempunyai beribu-ribu alasan untuk meninggalkan ibu yang kesepian di rumah. Kadang kala kita memang selalu lupa akan Ibu kita yang mungkin merasa kesepian di rumah.

Sahabatku, bagi anda yang kebetulan Ibundanya sudah wafat, coba anda renungkan :
Sudah berapa lamakah anda tidak menziarahi makamnya?
Sudah berapa lamakah anda tidak mengunjungi kerabat dan sahabat ibu anda? dan
Sudah berapa lamakan anda tidak pernah bersedekah untuk almarhumah ibunda anda?

Di kala kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi baik Ibunda kita, lakukanlah yang terbaik. Jangan sampai ada kata “MENYESAL” di kemudian hari.

Bila ku ingat masa kecilku, ku slalu menyusahkanmu. Bila ku ingat masa kanakku, ku slalu mengecewakanmu. Bila ku ingat masa kecilku, ku slalu menyusahkanmu. Bila ku ingat masa kanakku, ku slalu mengecewakanmu. Banyak sekali pengorbananmu yang kau berikan padaku. Tanpa letih dan tanpa pamrih. Kau berikan semua itu. Engkaulah yang ku kasihi. Engkaulah yang ku rindu. Ku harap slalu do’amu. Dari dirimu ya…ibu. Tanpa do’amu takkan ku raih. Tanpa do’amu takkan ku capai. Segala cita yang ku inginkan. Dari diriku ya…ibu. Engkaulah yang ku kasihi. Engkaulah yang ku rindu. Ku harap slalu do’amu. Dari dirimu ya…ibu…

cerita mudahan bermanfaat…

Sisihkan 3 menit dari hidup anda untuk membaca cerita ini, Semoga bermanfaat. Alkisah ada dua orang anak laki-laki, Bob dan Bib, yang sedang melewati lembah permen lolipop. Di tengah lembah itu terdapat jalan setapak yang beraspal. Di jalan itulah Bob dan Bib berjalan kaki bersama. Uniknya, dikiri-kanan jalan lembah itu terdapat banyak permen lollipop yang berwarni-warni dengan aneka rasa. Permen-permen yang terlihat seperti berbaris itu seakan menunggu tangan-tangan kecil Bob dan Bib untuk mengambil dan menikmati kelezatan mereka. Bob sangat kegirangan melihat banyaknya permen lolipop yang bias diambil. Maka ia pun sibuk mengumpulkan permen-permen tersebut. Ia mempercepat jalannya supaya bisa mengambil permen lolipop lainnya Yang terlihat sangat banyak didepannya. Bob mengumpulkan sangat banyak permen lolipop yang ia simpan di dalam tas karungnya. Ia sibuk mengumpulkan permen-permen tersebut tapi sepertinya permen-permen tersebut tidak pernah habis, maka ia memacu langkahnya supaya bisa mengambil semua permen yang dilihatnya. Tanpa terasa Bob sampai di ujung jalan lembah permen lolipop. Dia melihat gerbang bertuliskan “Selamat Jalan”. Itulah batas akhir lembah permen lolipop. Di ujung jalan, Bob bertemu seorang lelaki penduduk sekitar. Lelaki itu bertanya kepada Bob, “Bagaimana perjalanan kamu di lembah permen lolipop? Apakah permen-permennya lezat? Apakah kamu mencoba yang rasa jeruk? Itu rasa yang paling disenangi. Atau kamu lebih menyukai rasa mangga? Itu juga sangat lezat.” Bob terdiam mendengar pertanyaan lelaki tadi. Ia merasa sangat lelah dan kehilangan tenaga. Ia telah berjalan sangat cepat dan membawa begitu banyak permen lolipop yang terasa berat di dalam tas karungnya. Tapi ada satu hal yang membuatnya merasa terkejut dan ia pun menjawab pertanyaan lelaki itu, “Saya lupa makan permennya!” Tak berapa lama kemudian, Bib sampai di ujung jalan lembah permen lolipop. “Hai, Bob! Kamu berjalan cepat sekali. Saya memanggil-manggil kamu tapi kamu sudah sangat jauh di depan saya.” “Kenapa kamu memanggil saya?” tanya Bob. “Sayaingin mengajak kamu duduk dan makan permen anggur bersama. Rasanya lezat sekali. Juga saya menikmati pemandangan lembah, indah sekali!” Bib bercerita panjang lebar kepada Bob. “Lalu tadi ada seorang kakek tua yang sangat kelelahan. Saya temani dia berjalan. Saya beri dia beberapa permen yang ada ditas saya. Kami makan bersama dan dia banyak menceritakan hal-hal yang lucu. Kami tertawa bersama.” Bib menambahkan. Mendengar cerita Bib, Bob menyadari betapa banyak hal yang telah ia lewatkan dari lembah permen lolipop yang sangat indah. Ia terlalu sibuk mengumpulkan permen-permen itu. Tapi pun ia sampai lupa memakannya dan tidak punya waktu untuk Menikmati kelezatannya karena ia begitu sibuk memasukkan semua permen itu ke dalam tas karungnya. Di akhir perjalanannya di lembah permen lolipop, Bob menyadari suatu hal dan ia bergumam kepada dirinya sendiri, “Perjalanan ini bukan tentang berapa banyak permen yang telah saya kumpulkan. Tapi tentang bagaimana saya menikmatinya dengan berbagi dan berbahagia.” Ia pun berkata dalam hati, “Waktu tidak bisa diputar kembali.” Perjalanan di lembah lolipop sudah berlalu dan Bob pun harus melanjutkan kembali perjalanannya. Dalam kehidupan kita, banyak hal yang ternyata kita lewati begitu saja. Kita lupauntuk berhenti sejenak dan menikmati kebahagiaan hidup. Kita menjadi Bob di lembah permen lolipop yang sibuk mengumpulkan permen tapi lupa untuk menikmatinya dan menjadi bahagia. Pernahkan Anda bertanya kapan waktunya untuk merasakan bahagia? Jika saya tanyakan pertanyaan tersebut kepada para klien saya, biasanyamereka menjawab, “Saya akan bahagia nanti… nanti pada waktu saya sudah menikah… nanti pada waktu saya memiliki rumah sendiri… nanti pada saat suami saya lebih mencintai saya… nanti pada saat saya telah meraih semua impian saya… nanti pada saat penghasilan sudah sangat besar… ” Pemikiran ‘nanti’ itu membuat kita bekerja sangat keras di saat sekarang’. Semuanya itu supaya kita bisa mencapai apa yang kita konsepkan tentang masa ‘nanti’ bahagia. Terkadang jika saya renungkan hal tersebut, ternyata kita telah mengorbankan begitu banyak hal dalam hidup ini untuk masa ‘nanti’ bahagia. Ritme kehidupan kita menjadi sangat cepat tapi rasanya tidak pernah sampai di masa ‘nanti’ bahagia itu. Ritme hidup yang sangat cepat… target-target tinggi yang harus kita capai, yang anehnya kita sendirilah yang membuat semua target itu… tetap semuanya itu tidak pernah terasa memuaskan dan membahagiakan. Uniknya, pada saat kita memelankan ritme kehidupan kita; pada saat kita duduk menikmati keindahan pohon bonsai di beranda depan, pada saat kita mendengarkan cerita lucu anak-anak kita, pada saat makan malam bersama keluarga, pada saat kita duduk bermeditasi atau pada saat membagikan beras dalam acara bakti sosial tanggap banjir; terasa hidup menjadi lebih indah. Jika saja kita mau memelankan ritme hidup kita dengan penuh kesadaran; memelankan ritme makan kita, memelankan ritme jalan kita dan menyadari setiap gerak tubuh kita, berhenti sejenak dan memperhatikan tawa indah anak-anak bahkan menyadari setiap hembusan nafas maka kita akan menyadari begitu banyak detil kehidupan yang begitu indah dan bisa disyukuri. Kita akan merasakan ritme yang berbeda dari kehidupan yang ternyata jauh lebih damai dan tenang. Dan pada akhirnya akan membawa kita menjadi lebih bahagia dan bersyukur seperti Bib yang melewati perjalanannya di lembah permen lolipop.

Pengganti…

Silahkan pilih orang yang terpenting dalam sepanjang hidupmu.Di saat menuju jam-jam istirahat kelas, dosen mengatakan pada mahasiswa/siswinya: “Mari kita buat satu permainan, mohon bantu saya sebentar.” Kemudian salah satu mahasiswi berjalan menuju pelataran papan tulis. DOSEN: Silahkan tulis 20 nama yang paling dekat dengan anda, pada papan tulis. Dalam sekejap sudah di tuliskan semuanya oleh siswi tersebut. Ada nama tetangganya, teman kantornya, orang terkasih dan lain-lain. DOSEN: Sekarang silahkan coret satu nama diantaranya yang menurut anda paling tidak penting! Siswi itu lalu mencoret satu nama, nama tetangganya. DOSEN: Silahkan coret satu lagi! Kemudian Siswi itu mencoret satu nama teman kantornya lagi. DOSEN: Silahkan coret satu lagi! Siswi itu mencoret lagi satu nama dari papan tulis dan seterusnya. Sampai pada akhirnya diatas papan tulis hanya tersisa tiga nama, yaitu nama orang tua, istri/suami dan nama anak. Dalam kelas tiba-tiba terasa begitu sunyi tanpa suara, semua mahasiswa/siswi tertuju memandang ke arah dosen, dalam pikiran mereka (para siswa/i) mengira sudah selesai tidak ada lagi yang harus dipilih oleh siswi itu. Tiba-tiba dosen memecahkan keheningan DOSEN berkata, “Silahkan coret satu lagi!” Dengan pelahan-lahan siswi itu melakukan suatu pilihan yang amat sangat sulit. Dia kemudian mengambil kapur tulis, mencoret nama orang tuanya. DOSEN: Silahkan coret satu lagi! Hatinya menjadi bingung. Kemudian ia mengangkat kapur tulis tinggi-tinggi. lambat laun menetapkan dan mencoret nama anaknya. Dalam sekejap waktu, terdengar suara isak tangis, sepertinya sangat sedih. Setelah suasana tenang, Dosen lalu bertanya “Orang terkasihmu bukannya Orang tuamu dan Anakmu? Orang tua yang membesarkan anda, anak adalah anda yang melahirkan, sedang suami/istri itu bisa dicari lagi. Tapi mengapa anda berbalik lebih memilih suami anda sebagai orang yang paling sulit untuk dipisahkan?” Semua teman sekelas mengarah padanya, menunggu apa yang akan di jawabnya. Setelah agak tenang, kemudian pelahan-lahan ia berkata “Sesuai waktu yang berlalu, orang tua akan pergi dan meninggalkan saya, sedang anak jika sudah besar setelah itu menikah bisa meninggalkan saya juga, Yang benar-benar selalu bisa menemani saya dalam hidup ini hanyalah suami/istri kita.”

Apa itu…???

Apalah arti kekayaan jika cinta yang menyebabkan aku merindu tak kumiliki.

Apalah Arti Istana yang megah, bila tak ada tempat untuk jiwaku untuk berteduh dan bersandar

Untuk apa dikelilingi putri-putri raja, bila cinta yang telah ku rasakan telah memenjarakan hatiku, dan telah membutakan mataku atas segala keindahannya.

Engkaulah kekasih yang menjadi inspirasi dan penghias mimpi malamku…Aura wujudmu benar-benar mempesona, jikalau matahari tak terbit , cukuplah wajahmu yang menggantikan sinarnya. Bila rembulan enggan datang dimalam hari, kelembutanmu sudah cukup untuk merebahkan bumi dipangkuan indahmu.

Engkau adalah ilham bagiku untuk memetik dawai gitar, menjalin syair cinta nan indah hingga menjadi doa-doa akan harapan dan anugerah.

Pesona wajahmu bagai pusaran angin taufan yang bisa menghisap semua benda yang tertanam dibumi. Andaikata seorang pemuda tidak mampu menatap wajahmu , maka mendengar namamu saja sudah cukup untuk mengembalikan gairahnya yang hilang…

Dalam setiap lamunan aku meyakinkan diri , kekasih yang kudamba dapat menghadirkan senyum kebahagiaan dalam hatiku, menanggalkan kesedihan yang selalu membayang ,menjadi cahaya kehidupan serta pelipur lara bagi jiwaku.

Laksana kaum pencinta , airmataku yang bening dan jernih menetes karena merindukan kasih yang tak kunjung datang…

Dan kulihat disana -disaat dirimu pergi, kumbang-kumbang pasti menemani , seolah ingin memungut sisa-sisa pesonamu , mereka berlomba-lomba menarik perhatian sang bunga, diantara mereka ada yang berusaha memenangkan cinta dalam penyamaran adapula berterus-terang dalam “ketelanjangan”… mereka hendak berusaha menawan hati bunga nirwana itu.

Sejak pertama kali aku melihat pancaran cahaya keindahan itu, jiwaku langsung bergetar…Kurasakan keharuman cinta telah menghancurkan ketenangan jiwaku…tiada yang melintas dalam anganku selain keindahan mata cinta dan tiada suara yang lebih merdu daripada suara cinta…

Saat menatap wajahmu , seolah ribuan kata ingin keluar dari bibirku, namun apalah daya bibir tak mampu mampu bergerak untuk melukiskan keagungan cinta. Nyala api asmara dalam hatiku semakin lama semakin berkobar, kebiasaanku kini hanya melamun dan merangkai syair yang menceritakan segala tentangmu…

Duhai kekasih….disaat cinta telah mengakar didalam jiwa, serta dari waktu ke waktu cinta itu telah tumbuh subur dikedalaman hati, kuingin rasa itu hanya kita yang tahu…tahukah engkau kekasih, tidak ada obat yang mujarab mengobati luka bila tertusuk duri asmara…maka hargailah dia yang mengasihimu dan diriku yang mencintaimu .

Duhai kekasih hati, dirimu telah kuikat sebagai tawanan cinta diseberang lautan, dimana tiada suatu wujudpun yang dapat menyembunyikan dirimu dari jiwaku…

Melalui pancaran mata, jiwa kita seolah menyatakan tidak ingin berpisah , Engkaulah pasangan bagi jiwaku, ruh yang kekal dan abadi…bila panah cinta telah menghujam hati dan jantung- disana engkau akan mendengar suara bathin kita melantunkan bait-bait cinta yang dihiasi oleh senyum dan tangis rindu….

Disaat jiwa kita merasa malu-malu menggapai cinta, lidah terasa kelu,dan tiada kata yang terucap dari bibir, disitulah cinta memandang dari kedalaman jiwa, ..disaat kita saling menatap, maka sabda jiwa kita -tak mampu menyembunyikan cinta dari hati.

Dalam cinta keindahan menyimpan kepahitan, dan dalam setiap kegetiran terdapat selubung kebahagiaan.

Rasa dimana kita tak dapat membedakan lagi antara siang dan malam, seolah kita berada dalam taman surgawi yang terbebas dari ruang dan waktu…

Bagi dirinya- diriku adalah pantulan jiwanya ,adakah yang dapat diperbuat dari seorang gadis yang telah ditawan api cinta yang hatinya telah tercuri,selain ingin bertemu dengan si-pencuri hati. Yang Syair-syairnya bernyanyi laksana kidung surgawi dan berbisik kedalam telinganya bagai hembusan angin nan lembut , yang membuatnya terhanyut dalam simponi kerinduan atau laksana gelombang laut yang menghanyutkan bahtera jiwanya didalam lautan perasaannya yang tak bertepi dan berdasar..

Wahai kekasih hati, berjanjilah pada keagungan cinta agar sayapmu dapat terbang bebas dan melayang bersama ketulusan cinta, walau banyak racun yang harus kita teguk …

Atas nama cinta , racun yang pahit pun terasa manis….

Bertahanlah kekasihku, dunia diciptakan untuk kaum pencinta…Dunia ada karena cinta….cinta adalah pembebas dari segala belenggu…dan jiwa pencinta akan memberi kehidupan baru bagi kehidupan yang lain.

Itulah hakekat dan kisah cintaku kekasih, kuceritakan segala isi hati dan tak ada yang kusembunyikan….agar engkau tahu, pintu-pintu hatiku selalu terbuka untukmu… diujung rindu dan harap-aku selalu menanti kehadiranmu…dan aku yakin semilir angin akan mengabarkan dan membisikkan semua ini kepadamu.Yang menceritakan segala hal tentangmu dan tentangku…

TUKANG BEBEK

Dikisahkan ada seorang tukang jamu yang seksi, kulit putih, bodi
semlohay, dan banyak pelanggan pula.

Salah satu pelanggannya akang Amin, penjual bebek di kampung setempat.

Amin : “Neng jamunya satu dong…”

Iteung : “mangga kang…”

Sewaktu menuangkan secangkir jamu, lirak lirik aja mata si Amin
melihat betis mulus si Iteung yg waktu itu menggunakan kain selutut

Iseng2 si Amin tanya…

A : “Neng, mau saya kasih gratis bebek 2 ekor nggak…?”

I : “Hhah, beneran kang?… mau kang mau…”

A : “tapi ada saratnya, aku mau liat pahamu yang mulus itu… dikiitt.. aja”

Berpikirlah si Iteung dalam hati, wah ngga beres nih… tapi ngga
apa lah, lha orang cuma angkat rok dikit aja koq… Nggak lama si
Iteung mengangkat kainnya, sampai pertengahan paha.

Terbelalaklah mata si Amin melihat barang yang putih mulus itu

Makin penasaran lah dia…

A : “Neng… kalo bebeknya saya kasih 5 mau ngga?…”

I : ” Hhah, yang bener kang… tapi ngga macam2 yahh?…”

A : ” Ya nggak laah… saya cuma mau liat CD-nya… dikiittt aja…”

Mikir lagi tuh si Iteung, mayan dah gw pulang2 bisa bawa 5 ekor
bebek cuma nongolin dikit doang CD gw… ya udah deh tanggung,
pikirnya.

Dibukanyalah kedua paha tadi sehingga kelihatan CD putihnya si
Iteung. Tambah molotot pula mata si Amin, sebentar2 ngelap ilernya yg
mulai netes

Tapi memang tukang bebek kaga ada puasnya…

A : “Neng…neng. .. saya kasih 15 bebek mau?”

I : “Wah, pasti syaratnya berat ya kang….”

A : “Aah nggak koq, saya cuma mau ngelus dan ngeremas2 CDmu…”

I : ” Nggak ah kang, nanti malah keterusan… “

A : “Nggaak… nggaak bakal keterusan, sumpah… cuma 1 menit deh…”

Akhirnya setelah beberapa saat berpikir keras, dengan terpaksa si
Iteung mengikhlaskan CDnya dielus dan diremes2.

Setelah 1 menit… si Iteung-nya ngomong

I : “Kang sudah kang, stop…! bebeknya saya kembalikan aja semua…!”

A : “lha kumaha ?… kenapa emang ???”

I : “Aku mau burungmu aja

life must go on…

fiuh….ternyata capeknya terasa banget, habis dinas pagi, malem nya jaga malam….besok pagi nya jam 8 dah harus kuliah, kuliah nya seharian sampe malem, kelar kuliah nyambung lagi dinas malem…besok nya jam 8 kuliah lagi…sampe sore, udah gitu malem nya dinas lagi….waaaaaa….kapan istirahatnya???

setiap perjuangan harus ada pengorbanan…wasyah

badan jadi capek semuanya brur…tapi dari semua itu ada suatu kenikmatan tersendiri, apa yang sudah di lakukan belum tentu orang lain bisa, tapi siapa tau orang lain malah bisa melakukan yang lebih dari apa yang kita lakukan sekarang…tidak ada sesuatu keberhasilan di raih dengan suatu kemudahan, semua itu dilalui dengan perjalanan yang panjang dan penuh perjuangan, kalo mikir kata² orang seperti itu tadi kayak nya hidup ini harus selalu optimis, tapi kalo seandainya jadi pesimis boleh ga? tergantung sudut pandang masing²…jadi inget sama omongan temen dulu, hidup itu jangan selalu di warnai dengan keluhan karena mengeluh itu tidak baik dan sama artinya dengan tidak bersyukur juga menggambarkan orang yang pesimis, tapi apa salah seandainya dengan mengeluh itu tanpa kita sadari bahwa itu adalah suatu ukuran untuk mengukur perjuangan kita? nah lo… benerkan? berarti tergantung dari sudut pandangnya…dan juga bagaimana kita menyikapinya…so LIFE MUST GO ON….

akhirnya mata ini semakin mengantuk dan harus segera beristirahat, berhubung perjuangan belum selesai…jadi kita harus memanfaatkan setiap kesempatan….btw cuman kangen aja mau nulis di blog, soalnya kalo mau curhat ya kemana lagi ya….eh tadi sore kata guru agama…kalo mau curhat sama yang di atas dulu, baru terserah kalo mau sharing ma orang lain…coba deh dipikirkan….

17 nopember

02.14 AM

what is that mean…???

wah ternyata umurku bertambah 1 tahun lagi…trus apa aja yang udah aku dapat selama 1 tahun ini ya….ternyata banyak sekali sesuatu yang aku dapat, mulai dari hal yang sangat biasa sampai hal yang sangat luar biasa…

terlepas dari semua itu…hanya syukur yang aku panjatkan kepada Maha Pencipta, karna pertolongan nya jualah aku bisa melakukan banyak hal…nikmat yang aku dapat boleh dibilang tak terhingga, hanya saja lebih banyak terbuang percuma dan terkesan sangat sia-sia…

apa yang pernah aku lakukan dan aku sesali, bisa dibilang tak bisa di ambil kembali, kembali ke angka NOL dan harus berusaha dari awal lagi…tapi aku suka dengan kata-kata merintis…disitulah letak nikmatnya, sesuatu yang didapat dengan perjuangan akan menghasilkan sesuatu yang sangat nikmat

walaupun kadang tak selalu sesuai dengan rencana, ego pun ikut bermain, seandainya tak ada sesuatu yang lain dipikirkan, apapun resikonya akan tetap dijalani…berjudi neh cerita nya

sampai sekarang masih ada beberapa keinginan yang belum bisa tercapai, semuanya sangat sulit dan harus melalui perjuangan dan perjalanan yang panjang…

mudah-mudahan yang diatas sana mengerti dengan keinginan dan niat baik ini….dengan kemampuan yang ada sekarang ini aku yakin semua angan dan cita-cita bisa tercapai

orang yang sukses berawal dari mimpi indahnya…yang kemudian berlari mengejar impian nya dengan kemampuan yang ada…

tak ada yang tidak mungkin…

be your self even you are nobody

03.04 PM

kalimat yang sangat mudah diucapkan…tapi membutuhkan kepercayaan diri yang lebih, kenapa begitu???

kalau yakin dengan kemampuan diri kita, itu akan menambah semangat….optimis akan sesuatu dong….

mengeluh itu sama aja tidak mensyukuri nikmat, mungkin sama aja dengan tidak menghargai dengan apa yang sudah kita dapat, tapi bukan berarti mengeluh itu menjadi sesuatu yang tidak disukai, karna dengan mengeluh kita akan dapat mengukur sampai sejauh mana usaha kita…bener ga sih? berarti tergantung konteks nya ya…

eh…tadi malem ketemu lagi sama temen yang lucu, imut, ngegemesin…cantik (kata yg bersangkutan) wah lumayan juga sih ga ada ketemu sama dia…kangen juga ternyata hahahahahaha

sempet beberapa waktu menghilang, ternyata doi lagi ada masalah, but i don’t no what kind of problem she had…cuma aku dah liat keceriaan itu, yang penting lupain aja semua masalah, jadikan semua itu masa lalu, karna masa lalu itu tidak bisa kita rubah, rencana kan masa depan ya sista….

5.38 PM

hari batal dinas sore…tapi besok dinas pagi, trus malem nya dinas malem lagi….2 kali dinas dalam 1 hari

trus gimana ntar kalo dah masuk kuliah…???

perkuliahan masuk di awal desember, tepatnya tanggal 4 desember, cuman jum’at sama sabtu sih, tapi bisa sampe malam…ampun DJ…

trus dinasnya gmana??? bakal kacau jadwal selama 2 thn neh..jalani aja deh, paling ujung-ujungnya nitip absen doang…mana bayar pertama 6 jt lagi….hiks….

tapi rame juga sih…soalnya teman kuliah banyak yang sudah tua, rata-rata sudah berkeluarga, BERMUTU alias bermuka tua…hahahahahaha

sabtu depan udah PPS, untung nya cuman 1 hari….tapi bisa seharian, beuh….habis dinas malam tuh, dibikin ga tidur lagi seharian…letoy dah pasti tuh badan

« Older entries
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.